Inilah Jawaban Nabi Shalallohu 'Alaihi wa Sallam
Nabi
Shalallohu ‘Alaihi Wa Sallam Ditanya tentang ini, Beginilah jawabannya
عَنْ أَنَس بِن مَالِك رضي الله عنه، قَالَ : سُئِلَ النَّبِيُ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسلم عَنِ الْكَبَائِرِ، فَقَالَ : (الإِشْرَاكُ بِاللهِ،
وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ) متفق عليه
Dari Anas bin Malik -Semoga Allah Ta’ala meridhoinya-
berkata : Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ditanya al-kabair (dosa besar),
maka beliau menjawab : ((Menyekutukan Allah Ta’ala, durhaka kepada kedua orang
tua, membunuh dan persaksian dusta)). Muttafaq ‘alaihi
Penjelasan Hadits :
Dalam hadits ini Nabi Shalallohu ‘alaihi wa sallam mengabarkan
kepada kita tentang 4 perkara yang merupakan dosa besar.
dosa besar yang disebutkan Nabi shalallohu ‘alaihi wa sallam
dalam hadits ini ada 4 :
Pertama : Menyekutukan
Allah Ta’la
Menyekutukan Allah Ta’ala, karena menyekutukan Allah Ta’ala
merupakan dosa yang dapat mengeluarkan seorang muslim dari Islam dan memasukkan
dalam kekufuran. Dan ia merupakan sebab yang menyebabkan kekal di dalam neraka
sebagaimana firman Allah Ta’ala :
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ
عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
[المائدة : 72]
“Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan)
Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka.
Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang dzalim itu.” Al-Maidah : 72
Kedua : Durhaka kepada
kedua orang tua
Diantara bentuk kedurhakaan kepada orang tua adalah mendiamkannya, memutus tali hubungan, menyakitinya baik dengan perkataan maupun perbuatan, tidak taat kepadanya, berbuat jahat dengan berbagai macam kejahatan kepadanya
Ketiga : Membunuh Jiwa
Membunuh termasuk dosa besar dan ia merupakan sebab untuk
mendapatkan murka Allah dan sebab dimasukkannya ke dalam neraka, sebagaimana
firman Allah Ta’ala :
{وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ
خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا
عَظِيمًا}[النساء : 93]
“Dan barangsiapa yang
membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka
jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta
menyediakan azab yang besar baginya” An-Nisa’ : 93
Keempat : Persaksian
dusta
Persaksian dusta, Az-zuur adalah dusta. Barangsiapa yang
bersaksi atas orang lain dengan persaksian dusta sungguh ia telah melakukan
perkataan yang munkar dan berbuat dosa besar.
Maka wajib bagi setiap muslim untuk senantiasa berbuat jujur
pada segala hal. Jujur ketika melaksanakan persaksian, maka ketika ia diminta
untuk bersaksi pada suatu perkara, baik yang berkaitan dengan pengadilan atau
selainnya, maka wajib baginya untuk bersaksi dengan kebenaran dan kejujuran
serta menjauhi kebohongan dan kedustaan, supaya tidak terjatuh kedalam dosa
besar.
Diterjemahkan dari kitab :
Al-Arba’un al-Wildaniyah arba’un haditsan shohihan ma’a syarhiha
Abu najma
Sabtu, 6 Agustus 2022
Diselesaikan
di MTs Al-Burhan 08.35

إرسال تعليق